10 Langkah Menjalankan Bisnis Saat Mengerjakan Pekerjaan Full-Time Anda

Waka Blog

Editorial

Ini adalah tulisan dari Ryan Robinson, seorang entrepreneur dan orang pemasaran yang mengajarkan orang-orang bagaimana menciptakan karir sebagai self-employed yang bermakna.

Belum pernah sebelumnya kita mengalami pertumbuhan yang cepat dalam jumlah entrepreneur muda yang mulai bekerja untuk diri mereka sendiri. Dari pengembang aplikasi sampai pemasar konten, konsultan bisnis, penulis, dan pendiri startup, tidak pernah habis-habisnya orang-orang yang ingin mengambil resiko yang besar, terkalkulasi, demi menciptakan karir sebagai self-employed impian mereka sendiri.

Lebih lagi, banyak dari solopreneur ini yang sangat cepat menumbuhkan bisnis kecil mereka menjadi bernilai miliaran.

Studi terakhir oleh Bentley University, lebih dari 66% milenial (orang-orang yang lahir antara 1983 – 2000) mengatakan mereka mempunyai keinginan untuk memulai bisnis mereka sendiri. Namun, pada 2013, hanya 3.6% bisnis di Amerika yang dimiliki oleh orang-orang di bawah 30 tahun. Secara jelas, ada kesenjangan yang sangat besar antara jumlah orang-orang muda yang ingin memiliki bisnis sendiri dan mereka yang benar-benar melaksanakannya untuk mencapainya.

Ini bukan soal kurangnya pendidikan. Akses global untuk sumber pembelajaran online yang gratis dan murah telah membantu secara drastis proses pembelajaran dan mengatasi halangan untuk masuk ke dalam banyak industri. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba konsep baru dan membangun keahlian yang hebat, jika Anda cukup termotivasi.

Melalui usaha saya, saya menemukan ada tiga alasan umum orang-orang tidak menindaklanjuti keinginan untuk memulai bisnis mereka sendiri: kurangnya rasa percaya diri, merasa kekurangan sumber daya tertentu, dan yang paling banyak, kurangnya motivasi.

Memulai dan menumbuhkan bisnis yang sukses itu sangat sulit. Menjalankannya saat Anda masih bekerja full-time dan menghasilkan sebuah pemasukan untuk diri sendiri bahkan lebih berat. (Saya sewajarnya mengerti, saya sudah melakukannya empat kali.)

Memulai sebuah bisnis saat Anda masih bekerja full-time dapat juga memberikan banyak kemewahan dan keamanan untuk Anda yang pergi seketika ketika Anda keluar dari pekerjaan untuk mengejar sebuah ide bisnis. Mulai dari keuntungan yang pasti dari memiliki pemasukan yang stabil untuk mendanai usaha baru Anda sampai manfaat tambahan, seperti dipaksa fokus hanya pada apa yang memberikan dampak paling besar dan mengurangi tekanan pada diri Anda sendiri, saya secara personal merasakan manfaat yang positif dari menjalankan bisnis saat bekerja.

Namun untuk melakukan itu Anda perlu sebuah rencana. Berikut ini 10 langkah untuk memulai bisnis Anda sendiri saat Anda tetap menjalankan perkejaan full-time Anda.

1. Tanyakan diri Anda sendiri seberapa besarnya Anda menginginkannya.

Memulai sebuah bisnis akan sulit, akan membuat tegang hubungan Anda, dan akan secara terus menerus memaksa Anda untuk membuat keputusan yang sulit.

Tulislah daftar seluruh aktivitas dan komitmen yang Anda punya dalam kehidupan Anda, dengan jumlah waktu yang Anda sediakan untuk masing-masing dalam seminggu. Buat catatan untuk hal-hal yang mampu Anda kurangi keterlibatannya dengan Anda, dan buat orang-orang tahu bahwa Anda sedikit mundur untuk fokus pada projek baru yang memiliki makna besar untuk Anda. Pikirkan hal-hal mudah lebih dulu: waktu yang dihabiskan menonton TV, bermain game, dan mengakses Facebook dan Instagram.

Makin banyak waktu yang Anda dapat luangkan, semakin cepat Anda dapat melihat hasilnya.

2. Inventarisir keahlian, kemampuan, dan kelemahan Anda.

Keahlian yang mana yang dibutuhkan oleh ide bisnis baru Anda? Anda mungkin sekali memiliki setidaknya beberapa keahlian yang penting untuk membangun bisnis Anda, namun jika tidak, Anda berhadapan dengan keputusan yang sulit. Luangkan waktu untuk belajar keahlian baru atau serahkan kepada seseorang yang dapat membantu.

3. Validasi ide bisnis Anda.

Majalah Fortune baru-baru ini menjalankan studi yang intensif dari 101 startup yang gagal, mencari pertanyaan tentang kenapa startup gagal menurut pendirinya. Alasan nomor satu bisnis gagal, Fortune menemukan, kurangnya kebutuhan pasar atas produk mereka (hal ini diberikan oleh lebih dari 42% perusahaan yang gagal).

Hal ini sangat menerangkan perlunya memvalidasi ide Anda secara menyeluruh dan mendapatkan feedback yang jujur dari pelanggan potensial sebelum Anda mulai membangun, menciptakan, dan menghabiskan uang. Ini adalah pembawaan manusia untuk berpikir bahwa kami benar dan bahwa ide kami selalu luar biasa.

Sayangnya, konsep bisnis dan ide produk kita sering tidak benar-benar dipikirkan, berguna, atau bahkan diteliti dengan baik.

4. Tuliskan keunggulan kompetitif Anda.

Keunggulan kompetitif didefinisikan sebagai sebuah keunggulan unik yang memungkinkan Anda, sebagai bisnis, untuk menghasilkan lebih banyak penjualan atau margin keuntungan dan/atau memperoleh dan menguasai lebih banyak pelanggan dibanding kompetitor. Inilah yang membuat bisnis Anda menjadi bisnis “Anda”.

Hal ini dapat dalam bentuk struktur pembiayaan Anda, penawaran produk, jaringan distribusi, pelayanan pelanggan, atau yang lainnya dalam bisnis.

5. Tentukan target yang detail, terukur, dan realistis.

Tanpa menentukan target yang dapat dicapai dan batas waktu yang realistis untuk diri Anda, Anda akan menghabiskan banyak waktu memutar roda Anda. Ini sulit untuk pergi kemana-mana jika Anda tidak tahu secara persis kemana Anda akan pergi. Dalam pengalaman saya, adalah baik untuk menentukan target harian, mingguan, dan bulanan untuk diri sendiri. Hal ini membantu saya untuk bertahan baik pada objektif jangka pendek dan jangka panjang.

Pada permulaan, target harian Anda mungkin sekali berupa kemenangan kecil atau hal-hal seperti daftar pekerjaan, kemudian Anda akan secara bertahap mulai mencapai tahapan penting ketika Anda semakin dekat dengan peluncuran bisnis Anda.

6. Petakan rencana permainan Anda untuk tanggal peluncuran dan seterusnya.

Menentukan target Anda adalah satu hal dan memetakan bagaimana Anda akan mencapai titik B, C, D, dan seterusnya adalah hal yang berbeda. Anda perlu secara khusus proaktif dalam tahap ini. Tidak ada yang dapat melakukannya untuk Anda, namun demikian Anda tidak akan mampu melakukan semuanya sendiri juga.

Co-founder WeWork, Adam Neumann adalah advokat yang keras untuk “selalu mengetahui plan B Anda.” Begitulah bagaimana dia mengadaptasi ruang co-working miliknya menjadi bisnis miliaran dollar.

Kemampuan Anda untuk menyelesaikan masalah dan bernavigasi di sekitar rintangan Anda akan menentukan tingkat kesuksesan dari bisnis Anda.

7. Outsource apapun yang bisa.

Ini semua tentang fokus. Carilah peluang untuk meng-outsource setiap bagian dari pengembangan bisnis Anda yang Anda bisa.

Tentu saja, Anda tidak ingin orang lain merencanakan tujuan, roadmap untuk Anda atau menyampaikan kepada Anda seratus persen seperti apa produk atau layanan Anda seharusnya. Poin utamanya adalah bahwa Anda harus melakukan hanya apa yang Anda dapat lakukan paling baik. Sementara bagus jika Anda dapat membuat kode untuk website Anda sendiri untuk menguji ide layanan online Anda. Jika Anda belum pernah menguasai pengetahuan tentang pengembangan, Anda akan membutuhkan waktu beberapa bulan waktu belajar khusus hanya untuk mencapai titik di mana Anda mampu mengerti hal dasar.

8. Secara aktif mencari feedback.

Tujuan Anda adalah untuk membangun sebuah produk atau layanan yang memberikan nilai kepada orang. Tidak baik membuat sesuatu yang tidak ada orang menginginkannya. Penting untuk Anda mencari feedback dari luar, yang tidak samar, untuk memastikan Anda membangun sesuatu yang benar-benar dapat dipasarkan.

Lakukan ini dari hari pertama dan jangan pernah berhenti. Untuk menemukan kelompok pemberi feedbak awal, Anda perlu menuju orang-orang yang Anda tahu akan memberikan Anda hanya opini yang jujur. Datang ke mereka secara personal. Kelompok saya terdiri dari sejumlah kecil teman-teman dekat entreprenur dan beberapa mentor yang secara rutin berhubungan dengan saya.

Dari sini, Anda dapat mulai memperluas lingkup Anda untuk mendapatkan feedback dan mulai memanfaatkan Facebook, LinkedIn Group, Reddit, ProductHunt, GrowthHackers, dan bisnis lokal lain.

9. Jangan mengaburkan garis antara projek pribadi dan pekerjaan.

Ini mungkin tampak menggiurkan untuk menciptakan sebuah “versi yang lebih baik dari perusahaan tempat Anda bekerja,” tapi jika pimpinan Anda melewatkan beberapa teguran penting selama bekerja, kontrak Anda kemungkinan secara jelas menetapkan bahwa Anda sudah setuju untuk tidak melakukan itu. Ditambah, itu adalah praktek yang buruk dan dapat merusak banyak hubungan yang sebenarnya dapat sangat membantu Anda suatu hari.

Jika Anda berada di bawah suatu ketentuan yang tidak dapat disanggah, perjanjian tentang ketentuan penemuan, atau perjanjian kerahasiaan, maka hal terbaik adalah berkonsultasi dengan ahli hukum Anda untuk masukan khusus tentang hal ini.

Ini mungkin tampak jelas, namun jangan mengerjakan projek Anda selama waktu milik perusahaan.

Anda juga perlu menahan diri dalam menggunakan sumber daya perusahaan pada projek personal Anda, tidak peduli seberapa menggiurkannya hal tersebut. Ini mencakup tidak menggunakan komputer kantor Anda atau berbagai sarana online, software, langganan, atau laptop, begitu juga tidak mencari bantuan dari karyawan yang lain.

10. Capailah jumlah yang besar sebelum keluar dari pekerjaan Anda.

Jangan salah, saya orang yang keras dalam hal hanya melakukan sesuatu yang saya sangat minati, dan melakukannya dengan 100% kekuatan saya. Hal ini mengartikan, Saya ingin menggunakan waktu saya secara penuh memeriksa sebuah ide, menggali pasar tujuan saya, dan menguji ide saya padanya, sebelum membuat keputusan tunggal bahwa “ini pasti bagus!”

Mempunyai waktu untuk lanjut memikirkan sesuatu dan mencari masukan dari orang lain akan bermanfaat besar untuk bisnis baru Anda.

Bahkan yang lebih penting, walau Anda bekerja pada sebuah startup yang tumbuh dengan cepat dan dapat memperoleh pendanaan dari investor (atau Anda mampu mendanai sendiri), Anda secara realistis akan membutuhkan beberapa bentuk pemasukan yang bertahan lama sebelum projek baru Anda mampu menjadi sumber satu-satunya untuk Anda bertahan.

Memulai bisnis Anda saat bekerja full-time tidak diragukan lagi akan sulit, namun ini dapat dilakukan. Ada banyak jalur untuk entrepreneurship karena ada entrepreneur di dunia ini. Ambil langkah-langkah ini dengan perhitungan, dan Anda akan baik-baik saja dalam perjalanan Anda untuk menjadi pebisnis.

Bayangkan perasaan mengagumkan itu.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan bagikan ke rekan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *