Cuma Semangat Tidak Cukup untuk Membuka Bisnis

Waka Blog

Editorial

Tulisan dari Doung dan Polly White, pelaku di bidang konsultasi manajemen dari Whitestone Partners Inc.

Para pemilik bisnis kecil biasanya memulai sebuah perusahaan karena dia mempunyai sebuah keinginan yang besar terhadap suatu produk atau layanan. Namun, orang jangan membuka sebuah toko roti hanya karena mereka suka membuat kue. Jika Anda suka membuat kue, cari pekerjaan sebagai pembuat kue.

Saat Anda membuka sebuah toko roti, Anda akan menyadari bahwa ada lebih banyak lagi selain soal cokelat Jerman dan kue velvet merah. Anda harus menunggu pelanggan, menyimpan pembukuan, memesan inventaris, dan menyapu lantai. Bukalah sebuah toko roti karena Anda ingin menjalankan bisnis dan Anda kebetulan memiliki sebuah resep kue yang hebat.

Ada banyak fungsi terkait dalam menjalankan sebuah bisnis. Sebelum Anda keluar dari pekerjaan harian Anda, pastikan bahwa Anda tahu bahwa setiap fungsi ini akan ditangani. Dalam banyak kasus, pendiri harus baik dalam mengerjakan pekerjaan utama dari bisnisnya. Penting untuk diingat bahwa hal ini sering mencakup penjualan. Namun, pendiri akan membutuhkan pula suatu rencana tentang bagaimana menyelesaikan fungsi-fungsi tambahan — akunting, teknologi informasi, dan lainnya.

Langkah pertama bagi kebanyakan entrepreneur adalah untuk menjual sesuatu. Tentukan jumlah minimal infrastruktur yang Anda dapat bertahan hidup dengannya dan fokus untuk menghasilkan pemasukan. Banyak bisnis baru gagal karena mereka secara sederhana tidak dapat menghasilkan cukup pemasukan untuk bertahan hidup. Uji kelangsungan hidup bisnis Anda secepatnya dan semurah mungkin.

Kami mengatakan, “Gagal dengan cepat, gagal dengan murah.” Belajar dari kegagalan Anda dan ubah pendekatan Anda. Ketika Anda mengidentifikasi suatu model yang menghasilkan pemasukan, maka Anda dapat fokus dalam pembangunan infrastruktur.

Satu-satunya peringatan mengenai saran ini adalah untuk, “Gagal dengan cepat, gagal dengan murah, namun jangan gagal karena Anda murahan.” Jangan menawarkan sebuah produk atau layanan yang rendah mutunya yang kecil atau tidak ada peluangnya untuk sukses karena Anda melakukannya secara murah. Keluarkan secukupnya untuk memastikan bahwa Anda punya peluang untuk sukses.

Meskipun kami merekomendasikan infrastruktur yang minimal selama fase permulaan ini, ada beberapa hal yang akan Anda perlukan. Sebagai contoh, di banyak negara, Anda perlu lisensi bisnis. Anda akan mencatat pemasukan yang Anda hasilkan dan seluruh pengeluaran bisnis Anda untuk mengisi pajak.

Untuk meminimalkan pengeluaran, Anda perlu menangani sebanyaknya yang Anda bisa secara mandiri di awal. Namun, ini bijak untuk menjangkau orang yang mempunyai keahlian yang Anda tidak punya. Mulanya, Anda perlu meminimalkan infrastruktur yang Anda bangun, kerjakan pekerjaan sebanyaknya yang Anda bisa sendiri dan outsource hal-hal yang Anda tidak ada keahliannya.

Saat Anda mendapatkan sejumlah daya tarik dan bisnis Anda tumbuh, Anda akan menemukan bahwa kapasitas Anda habis. Anda perlu mulai membuat tradeoff biaya/keuntungan. Sebagai contoh, akankah bisnis menjadi lebih baik jika Anda menghabiskan waktu memasukkan data ke QuickBooks atau jika Anda merekrut seseorang untuk melakukan pekerjaan itu dan menggunakan waktu Anda untuk berjualan?

Anda sebenarnya membelikan diri Anda lebih banyak waktu yang dapat Anda investasikan dalam aspek lain bisnis. Investasi ini adalah sesuatu yang bijak ketika nilai yang Anda ciptakan dengan menggunakan waktu Anda dalam aspek bisnis tersebut melebihi apa yang Anda harus bayar untuk membuat waktu untuk diri Anda.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan bagikan ke rekan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *