Daftar Ringkas Sumber Daya yang Harus Dimiliki oleh Startup pada Segala Tahapan

Waka Blog

Editorial

Tulisan dari Ehsan Jahandarpour, seorang pelatih Startup dan growth hacker.

Seorang entrepreneur sukses tahu seni dan ilmu dari melakukan sesuatu yang tidak mungkin. Anda bahkan mungkin ditolak ketika Anda membagikan ide mengagumkan milik Anda dengan orang lain, namun, kenyataannya adalah bahwa jiwa entrepreneur tidak takut penolakan.

Sebagai seorang entrepreneur, Anda mungkin gagal berkali-kali namun Anda akan mencoba lagi dan lagi sampai Anda menyadari pola bisnis apa yang bekerja untuk Anda dan apa yang tidak. Pada saat itu, Anda akan mampu membuat terobosan untuk mendapatkan hasil pertama yang mengagumkan.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dan mampu memimpin startup Anda, Anda harus mempunyai sarana atau alat yang tepat, sumber daya dan keahlian untuk mengelola tantangan yang tidak terduga. Berikut ini adalah daftar sumber daya yang sangat berguna untuk startup pada segala tahapan.

Peluang bisnis Anda gagal untuk berkembang jika Anda tidak tahu menuju ke mana Anda atau apa yang Anda coba dapatkan. Mempunyai sebuah model bisnis yang tepat dan suatu proporsi nilai yang unik dapat membedakan startup Anda dari rival Anda.

Business Model Generation dan Value Proposition Design (UVP) akan membantu Anda merancang model bisnis Anda dan menentukan UVP Anda dalam kurun waktu beberapa jam, membuat pelanggan jatuh cinta dengan bisnis Anda.

Jika Anda sedang merencanakan pengumpulan pendanaan, manajemen waktu adalah sesuatu yang sebaiknya Anda kuasai sebelum Anda bertemu partner masa depan Anda. Menggunakan Plan Cruncher, Anda dapat menyiapkan model bisnis Anda dalam satu buah halaman. Alat bantu ini memungkinkan Anda untuk memperlihatkan pada investor apa saja yang mereka ingin tahu dalam satu tampilan. Ini juga membantu Anda berbicara lebih banyak tentang rencana Anda dari pada membuang waktu membalik-balik halaman rencana bisnis yang konvensional.

Ini penting untuk mengetahui banyak hal tentang kebiasaan dan kesukaan pelanggan Anda begitu pula strategi dari kompetitor Anda.

Kunjungi Change Detection – sebuah sarana yang membantu Anda memantau strategi kompetitor Anda. Sarana ini membantu jika Anda ingin mengetahui lebih tentang perubahan yang kompetitor Anda buat terhadap website mereka.

Jika untuk memahami kebiasaan dan prilaku pelanggan Anda, Anda dapat menggunakan begitu banyak sarana berbeda, seperti empathy map. Empathy map adalah sarana kolaboratif yang digunakan untuk merancang model bisnis inovatif dan menggali karakter pelanggan.

Di lain pihak, Customer Barometer Google adalah suatu sumber daya digital yang memungkinkan Anda untuk menjalankan pengujian riset pasar gratis, dan ini menyediakan pada Anda fakta yang terpercaya tentang pilihan/preferensi pelanggan Anda.

Banyak entrepreneur secara salah fokus pada peluncuran startup mereka sesegera mungkin. Jangan salah, saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak perlu meluncur dengan cepat; sesungguhnya, Anda perlu, tapi hanya ketika Anda mempunyai strategi yang tepat yang akan meningkatkan laju pertumbuhan Anda.

Cara terbaik untuk merencanakan peluncuran Anda adalah dengan mengikuti metodologi lean startup. Fokus dalam membangun suatu minimum viable product (MVP) yang fungsional, dan luncurkan sesegera mungkin.

Ketika tim Anda sedang bekerja pada pengembangan produk, Anda harus mempunyai sebuah strategi akuisisi pelanggan yang menarik pelanggan. Faktanya adalah bahwa jika Anda tidak memperoleh pelanggan sebelum Anda melakukan peluncuran, Anda akan menghadapi masa yang sangat sulit setelah Anda berjalan.

Anda dapat dengan mudah membuat sebuah landing page dengan WordPress yang menyediakan informasi tentang peluncuran Anda yang akan datang dan jelaskan UVP Anda. Lalu, gunakan layanan, seperti Sumome dan Qualaroo, Anda dapat mengikutsertakan pengunjung dengan mendorong mereka untuk masuk dalam daftar email Anda.

Prioritas utama Anda sebelum peluncuran sebaiknya adalah pembangunan daftar. Kumpulkan alamat email pengunjung sehingga Anda dapat memberitahukan mereka ketika Anda melakukan peluncuran.

Ketika Anda sudah melakukan peluncuran, fokus utama Anda harus pada growth hacking dan membangun hubungan dengan prospek.

Anda dapat menggunakan aplikasi, seperti Super Simple Survey untuk terhubung dengan pengunjung dan mengumpulkan feedback tentang seberapa puas mereka dengan penawaran Anda.

Menyiapkan strategi pemasaran konten yang baik juga dapat meningkatkan peluang sukses. Sementara aplikasi seperti Mailchimp membantu Anda mengotomasi strategi pemasaran email Anda, Anda dapat mengandalkan aplikasi seperti Buzzsumo untuk mempelajari konten yang sedang hangat, yang akan membantu Anda merencanakan publikasi blog yang viral.

Pengujian A/B juga perlu ada di atas dalam daftar pekerjaan Anda. Fokus pada identifikasi halaman-halaman yang memiliki tingkat konversi terbaik, dan pelajari apa yang tidak bekerja pada halaman dengan nilai bounce rate yang tinggi. Lalu, gunakan sarana split testing, seperti Optimizely atau Google Content Experiment, Anda dapat mengoptimalkan halaman Anda untuk meningkatkan tingkat konversi.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan bagikan ke rekan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *